KSP SEJAHTERA BERSAMA, Tawarkan Produk Simpanan Berjangka Sejahtera Prima (SBSP)

KSP SEJAHTERA BERSAMA didirikan pada 5 Januari 2004 dengan nama Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (KSU-SB)  yang pada awalnya merupakan koperasi serba usaha yang bergerak  dalam berbagai macam usaha, diantaranya unit usaha simpan pinjam dan unit usaha perdagangan.

Seiring dengan perkembangan dunia perkoperasian di Indonesia dan berdasarkan  tuntutan perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku  tentang perkoperasian, maka KSP-SB bertransformasi dari koperasi serba usaha  menjadi koperasi simpan pinjam.

KSP-SB merupakan salah satu koperasi besar dan berprestasi di Indonesia, dibuktikan dengan mendapatkan beberapa penghargaan baik dari penggiat koperasi maupun dari pemerintah, seperti : Penghargaan  sebagai koperasi berprestasi pada Microfinance Award, tahun 2011 yang diadakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Koperasi terbesar Nomor 10 berdasarkan buku 100 Koperasi Besar Koperasi Indonesia Tahun 2012. Pemenang untuk Kategori Koperasi Simpan Pinjam yang memiliki Struktur Organisasi Usaha Paling Dinamis Sesuai Lembaga Intermediasi pada Microfinance Award tahun 2014 yang diadakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

KSP-SB juga sering dijadikan bahan rujukan atau studi banding dari koperasi lainnya, baik koperasi tingkat lokal, nasional maupun koperasi internasional. Diantaranya; Koperasi-koperasi dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dinas Koperasi dari Pulau Jawa, Kedutaan Jepang Intl Coorporation  Agency, Menteri Keuangan dan Penanaman Modal Asing Palestina, Koperasi Thailand As-Sideek.

Menurut Area Manager KSP-SB Cabang Ciledug Tangerang, Sugeng Wiryawan, banyak yang tertarik menjadi anggota KSP-SB karena koperasi tersebut memiliki beberapa produk simpanan yang memberikan kemudahan dan kesejahteraan bagi anggotanya. Seperti Simpanan Berjangka Sejahtera Prima (SBSP) serupa deposito. Program SBSP ini penyetorannya hanya sekali layaknya deposito di dunia perbankan. Simpanan diperlakukan sebagai investasi dimana dana tersebut dimanfaatkan secara produktif dalam bentuk pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan masa simpanan.

Sedangkan jumlah minimum simpanannya Rp 5.000.000 (Lima juta rupiah), jangka waktu simpanan 6-12 bulan dengan prosentase bagi hasil 13% pertahun, pembayaran hasil setiap bulan atau akhir jatuh tempo dan dikenakan pajak simpanan 10% atas jasa bagi hasil. “Jika berminat, anggota yang sudah menyimpan nantinya akan mendapatkan bukti penempatan dana berupa sertifikat simpanan SBSP,” jelas Sugeng.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *