Tag: koperasi wanita

Mengelola koperasi memang membutuhkan semangat berlipat, meskipun jumlah assetnya masih tergolong kecil tapi tingkat pelayanannya diupayakan sama dengan koperasi yang sudah besar, bahkan bisa lebih.

Hal tersebut juga dilakukan Koperasi Wanita Istiqomah (Kopwanisqom) yang beralamat di Kavling Rawa Bugel, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi. dengan jumlah pengurus yang ada, koperasi ini dengan sabar dan setia melayani anggotanya.

“Koperasi Wanita Istiqomah sudah berdiri sejak sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 12 Agustus 2007, tapi jumlah modal kami masih saja sedikit. Kendalanya karena memang anggota kami berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka hanya bisa berkontribusi ke koperasi sesuai dengan kemampuannya. Membayar Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Simpanan Sukarela yang nilainya memang kecil.  Kebanyakan malah bukannya menyimpan di koperasi tapi justru meminjam untuk modal usaha,” kata Nur Azani, Ketua Koperasi Wanita Istiqomah saat ditemui www.majalahkoperasi.com di kantornya, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan buku laporan yang disampaikan saat Rapat Tahunan Anggota (RAT) per 31 Desember 2017, jumlah anggota Kopwanisqom tercatat pada 2017 ada 150 orang, dengan rincian, 130 orang Anggota Awal, 50 orang Anggota Baru dan 30 orang Anggota Keluar karena berbagai sebab.

Sedangkan total harta yang dimiliki Kopwanisqom di 2017 tercatat Rp 879.735.700, meningkat dari total harta yang dimiliki di tahun 2016 yang jumlahnya Rp 802.215.338. Mencakup; Harta Lancar berupa kas, bank, piutang simpan pinjam modal sendiri, piutang simpan pinjam harian, piutang sembako dan elektronik, piutang sementara, beban biaya di muka,  dan Harta Tetap berupa inventaris dan Akk penyusutan inventaris.

 

Untuk Rencana Program Kerja Tahun Buku 2018, Kopwanisqom sudah menyusun programnya. Di Bidang Organisasi dan Administrasi, diantaranya ; menyeleksi anggota yang tidak aktif, baik dalam penyetoran simpanan maupun pinjaman untuk kurun waktu 1 (satu) tahun akan diberikan sanksi yaitu dikeluarkan dari keanggotaan. Mengadakan pendidikan untuk pengurus, pengawas, anggota dan calon anggota melalui Lapenkopda-Dekopinda Kota Bekasi. Di Bidang Keuangan dan Permodalan, yaitu Tetap mengklarifikasi pemberian pinjaman sebagai usaha pokok Kopwanisqom dengan ketentuan pemberian pinjaman kepada anggota dua kali lipat (2 x) dari simpanan. Apabila plafondnya lebih besar, maka harus menambah agunan/jaminan.

Yang menarik dari Kopwanisqom, sejak didirikan hingga saat ini, kantornya sudah berkali-kali pindah tempat. Pernah untuk beberapa waktu Kopwanisqom harus menempati kantor di rumah salah satu pengurusnya. Tapi dengan semangat kebersamaan dan siap memberikan pelayan bagi anggotanya, Kopwanisqom pun akhirnya bisa memiliki kantor sendiri. “Meskipun kecil tapi kami bersyukur sekarang sudah punya kantor sendiri,” kata Nur Adzani.

Read Full Article