Tag: koperasi

majalahkoperasi.com – Bermula dari aktivitasnya di salah satu lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam program pemberdayaan masyarakat miskin perkotaan. Ditambah lagi dengan keikutsertaannya di sebuah lembaga Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Yatti Surtiyati mendapatkan ide membentuk sebuah koperasi wanita dengan tujuan pemberdayaan terhadap perempuan untuk bisa membantu perekonomian keluarga.

Terbukti, setelah hampir empat belas tahun bersama rekan-rekan di lingkungan perumahannya membentuk Koperasi Wanita Sejahtera (Kopwantera) ditambah dukungan penuh keluarga, terutama dari suaminya, Arief Faizal Arjono. Ibu dari 3 anak ini mampu menjadikan Kopwantera bisa menjadi solusi dalam mengatasi kebutuhan ekonomi anggotanya, mulai dari pinjaman modal usaha, hingga pinjaman kebutuhan biaya sekolah anak-anak mereka.

www.majalahkoperasi.com mendapat kesempatan berbincang dengan perempuan lulusan S-1 Biologi-FMIPA Institut Teknologi Bandung yang sekarang aktif di Badan Komunikasi Wanita Koperasi-Dewan Koperasi Indonesia (BKWK-Dekopin) itu. Berikut hasil perbincangan dengannya :

Bisa diceritakan bagaimana awalnya membentuk Kopwantera?

Tahun 2004 Kopwantera didirikan oleh sekelompok ibu-ibu warga perumahan Taman Cikunir Indah yang memiliki keprihatinan akan kondisi masyarakat sekitar.  Keberadaan lembaga ini merupakan bentuk kepedulian para pendiri terhadap masyarakat di sekitarnya, khususnya warga yang mempunyai permasalahan ekonomi dalam rumah tangganya. Disamping itu juga Kopwantera berkeinginan untuk memberdayakan potensi yang dimiliki sebagian besar ibu-ibu warga perumahan. Sebelum menjadi wadah koperasi, awalnya kegiatan rutin yang dilakukan oleh  kelompok  ibu-ibu pendiri lebih dominan melakukan kegiatan sosial, antara lain pengajian, olah raga, dan santunan kepada yatim dan dhua’fa. Lebih jauh keberadaan koperasi juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang terjebak para rentenir atau bank keliling yang saat itu banyak terjadi di lingkungan perkampungan di Bekasi.

Sudah sejauh mana perkembangan Kopwantera sekarang?

Saat ini di tahun ke-14 Kopwantera telah memiliki anggota terdaftar sebanyak 540 orang, dengan  total asset sebesar Rp 4,5 miliar, termasuk gedung kantor 2 lantai, berikut 3 bidang tanah, dua diantaranya sudah dibangun rumah yang mendukung usaha koperasi. Prinsip yang dijunjung tinggi oleh Kopwantera adalah memberikan layanan yang maksimal kepada anggota, dibuktikan dengan jam buka kantor pelayan dari Senin sampai Sabtu, antara pukul 08.00 sampai 16.00. Sebaliknya, dengan menerapkan aturan yang jelas  sejak awal pendirian menggiring anggota untuk tertib dalam melakukan kewajibannya.

Ada kiat khusus yang membuat Kopwantera bisa berkembang seperti sekarang?

Bersyukur Kopwantera didukung pengelola yang super kreatif, dari tahun ke tahun selalu ada program yang sangat diminati oleh anggota dan masyarakat. Program-program yang dibuat setiap tahunnya bertujuan meningkatkan partisipasi anggota. Program Tahun 2018 yang sudah berjalan di awal tahun adalah menerima anggota yang memiliki usaha melalui sistem tanggung jawab bersama dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri antara 5-10 orang dan difasilitasi oleh tenaga pendamping.  Melalui sistem inilah terekrut sejumlah anggota dalam waktu cepat namun tidak berisiko. Program ini adalah eksperimen program “KASIH IBU” yang diperkenalkan oleh BKWK DEKOPIN.

Eksperimen Program KASIH IBU, maksudnya?

Saya ikut menggagas Program “KASIH IBU” bersama team BKWK Dekopin dan Wakil Ketua Umum Bidang Diklat dan Pengkajian Dekopin, Prof. Dr. H. Rully Indrawan, MSI. Program ini singkatan dari “Kelompok Silih Asih untuk Insentif Bantuan Usaha” dengan mengadopsi program-program sejenis yang sukses dipraktikkan di beberapa koperasi wanita di seluruh Indonesia. Bedanya, Program KASIH IBU adalah pemberdayaan terpadu BKWK Dekopin kepada UMKM dan Koperasi di kalangan wanita dengan disupport aplikasi berbasis android, namanya “SmartCoop”.

Bagaimana Anda melihat perkembangan gerakan koperasi, khususnya koperasi wanita dalam lingkup nasional?

Saat mulai aktif di koperasi dan di BKWK tahun 2004, saya melihat koperasi wanita sudah ada dan tumbuh secara alami, terutama di daerah-daerah khususnya di Jawa Barat, daerah di mana saya dan teman-teman aktif di BKWK Dekopinwil Jabar, dan pra-koperasi di tingkat PKK Rukun Warga hampir merata ada di setiap wilayah RW, Sebagian besar koperasi dikelola seadanya, tumbuh apa adanya tanpa ada pembinaan dari manapun. BKWK ada belum menyentuh ke tingkat-tingkat bawah, baru sebatas pendataan. Saat itu kalau bicara Koperasi Wanita identik dengan Tanggung-rentengnya Kopwan Setia Bakti Wanita dan Kopwan Setia Budi Malang – Jawa Timur.

Artinya?

Sekarang mulai bermunculan Koperasi-koperasi yang dikelola oleh kaum wanita khususnya para pelaku usaha, terutama saat pemerintah pusat maupun provinsi memberikan perhatian khusus kepada kelompok wanita, melalui pemberdayaan kelompok perempuan dengan meluncurkan program “PERKASSA” tahun 2007 dari Kementerian Koperasi dan Program pendirian 1.000 kopwan di tingkat RW di Jawa Timur. Banyak sekali koperasi yang dibentuk karena adanya program tersebut. Koperasi yang memang hanya dibentuk karena “program pemerintah” banyak yang tinggal papan nama. Di Bekasi sendiri ada beberapa koperasi wanita yang sudah tidak lagi beroperasi  karena macam-macam faktor penyebabnya.

 

Bagaimana dengan perkembangan Koperasi Wanita di Kota Bekasi?

Khusus untuk Kota Bekasi, di bawah koordinasi BKWK banyak tumbuh kopwan-kopwan potensial yang perkembangannya cukup bagus dan membanggakan. Melalui kegiatan koordinasi rutin yang difasilitasi BKWK, meningkatkan semangat dan motivasi para pengurus kopwan Kota Bekasi  untuk mengembangkan koperasi lebih baik lagi.

Apa yang seharusnya dilakukan Koperasi Wanita untuk bisa mengikuti perkembangan zaman?

Kedepan, di era digital ini, Koperasi Wanita harus menggambil langkah.  Pertama, Koperasi wanita sudah saatnya harus dikelola secara baik dan profesional, pengelolaannya harus dilakukan secara modern, dengan menggunakan pogram atau aplikasi yang mendukung percepatan pelaporan keuangan. Disamping itu transparansi kepada anggota harus ditingkatkan. Melalui software atau aplikasi yang berbasis android, sistem pengelolaan, pelaporan yang cepat serta pengawasan,  dapat direalisasikan.

Bagaimana caranya?

Untuk mewujudkan itu, sudah saatnya para pengurus “senior” koperasi melakukan kaderisasi kepada para generasi muda yang paham betul perkembangan teknologi informasi dalam mengelola koperasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Apa saja langkah yang lainnya?

Langkah Kedua, Kerja sama Kemitraan antar Koperasi, antar anggota koperasi dan antara Koperasi dengan Badan Usaha Lain harus sudah mulai digalakkan. Tentu saja semua itu dapat terwujud dengan disupport teknologi.

Langkah Ketiga, Pendidikan untuk semua insan yang terlibat di koperasi wajib hukumnya, karena suksesnya koperasi, meningkatnya partisipasi anggota koperasi serta besarnya dukungan stake holder kepada kemajuan koperasi, tidak terlepas dari pemahaman yang baik tentang koperasi.

Sebagai insan koperasi, tentu Anda punya harapan terhadap gerakan koperasi di Indonesia?

Saya menginginkan “Citra” Koperasi dari hari ke hari semakin baik, dikenal bukan karena image negatifnya, tapi karena memang koperasi itu adalah bentuk usaha yang sangat cocok untuk masyarakat Indonesia dan sesuai dengan berbagai sistem ekonomi apapun. Hal ini bisa terwujud jika Koperasi mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah.

Yang lainnya?

Saya menginginkan peran generasi muda terhadap koperasi ini makin tinggi. Generasi muda harus memiliki rasa bangga berkoperasi, berikan  mereka kesempatan untuk berkontribusi menyumbangkan tenaga dan pikirannya terhadap perkoperasian agar koperasi bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan jaman.

Menjelang  peringatan Hari Koperasi, apa yang seharusnya dilakukan insan koperasi atau lembaga yang menjadi wadahnya?

Kegiatan seremoni tetap ada, karena peringatan hari koperasi harus dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya gerakan koperasi seluruh Indonesia, namun dibarengi dengan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung apa yang menjadi harapan seluruh insan koperasi.

Menjelang tengah hari, perbincangan pun selesai. www.majalahkoperasi.com segera berpamitan, meninggalkan gedung dua lantai milik Kopwantera yang sekarang sudah berdiri di atas lahannya sendiri. Padahal dulu, para pengurus harus rela mengontrak sebuah tempat sangat sederhana dan berbagi waktu, tenaga, pikiran serta dukungan dana untuk sama-sama membesarkan Kopwantera demi melayani anggotanya supaya benar-benar bisa merasakan arti kata sejahtera.

Read Full Article

KSP SEJAHTERA BERSAMA didirikan pada 5 Januari 2004 dengan nama Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (KSU-SB)  yang pada awalnya merupakan koperasi serba usaha yang bergerak  dalam berbagai macam usaha, diantaranya unit usaha simpan pinjam dan unit usaha perdagangan.

Seiring dengan perkembangan dunia perkoperasian di Indonesia dan berdasarkan  tuntutan perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku  tentang perkoperasian, maka KSP-SB bertransformasi dari koperasi serba usaha  menjadi koperasi simpan pinjam.

KSP-SB merupakan salah satu koperasi besar dan berprestasi di Indonesia, dibuktikan dengan mendapatkan beberapa penghargaan baik dari penggiat koperasi maupun dari pemerintah, seperti : Penghargaan  sebagai koperasi berprestasi pada Microfinance Award, tahun 2011 yang diadakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Koperasi terbesar Nomor 10 berdasarkan buku 100 Koperasi Besar Koperasi Indonesia Tahun 2012. Pemenang untuk Kategori Koperasi Simpan Pinjam yang memiliki Struktur Organisasi Usaha Paling Dinamis Sesuai Lembaga Intermediasi pada Microfinance Award tahun 2014 yang diadakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

KSP-SB juga sering dijadikan bahan rujukan atau studi banding dari koperasi lainnya, baik koperasi tingkat lokal, nasional maupun koperasi internasional. Diantaranya; Koperasi-koperasi dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dinas Koperasi dari Pulau Jawa, Kedutaan Jepang Intl Coorporation  Agency, Menteri Keuangan dan Penanaman Modal Asing Palestina, Koperasi Thailand As-Sideek.

Menurut Area Manager KSP-SB Cabang Ciledug Tangerang, Sugeng Wiryawan, banyak yang tertarik menjadi anggota KSP-SB karena koperasi tersebut memiliki beberapa produk simpanan yang memberikan kemudahan dan kesejahteraan bagi anggotanya. Seperti Simpanan Berjangka Sejahtera Prima (SBSP) serupa deposito. Program SBSP ini penyetorannya hanya sekali layaknya deposito di dunia perbankan. Simpanan diperlakukan sebagai investasi dimana dana tersebut dimanfaatkan secara produktif dalam bentuk pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan masa simpanan.

Sedangkan jumlah minimum simpanannya Rp 5.000.000 (Lima juta rupiah), jangka waktu simpanan 6-12 bulan dengan prosentase bagi hasil 13% pertahun, pembayaran hasil setiap bulan atau akhir jatuh tempo dan dikenakan pajak simpanan 10% atas jasa bagi hasil. “Jika berminat, anggota yang sudah menyimpan nantinya akan mendapatkan bukti penempatan dana berupa sertifikat simpanan SBSP,” jelas Sugeng.

Read Full Article

Mengelola koperasi memang membutuhkan semangat berlipat, meskipun jumlah assetnya masih tergolong kecil tapi tingkat pelayanannya diupayakan sama dengan koperasi yang sudah besar, bahkan bisa lebih.

Hal tersebut juga dilakukan Koperasi Wanita Istiqomah (Kopwanisqom) yang beralamat di Kavling Rawa Bugel, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi. dengan jumlah pengurus yang ada, koperasi ini dengan sabar dan setia melayani anggotanya.

“Koperasi Wanita Istiqomah sudah berdiri sejak sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 12 Agustus 2007, tapi jumlah modal kami masih saja sedikit. Kendalanya karena memang anggota kami berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka hanya bisa berkontribusi ke koperasi sesuai dengan kemampuannya. Membayar Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Simpanan Sukarela yang nilainya memang kecil.  Kebanyakan malah bukannya menyimpan di koperasi tapi justru meminjam untuk modal usaha,” kata Nur Azani, Ketua Koperasi Wanita Istiqomah saat ditemui www.majalahkoperasi.com di kantornya, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan buku laporan yang disampaikan saat Rapat Tahunan Anggota (RAT) per 31 Desember 2017, jumlah anggota Kopwanisqom tercatat pada 2017 ada 150 orang, dengan rincian, 130 orang Anggota Awal, 50 orang Anggota Baru dan 30 orang Anggota Keluar karena berbagai sebab.

Sedangkan total harta yang dimiliki Kopwanisqom di 2017 tercatat Rp 879.735.700, meningkat dari total harta yang dimiliki di tahun 2016 yang jumlahnya Rp 802.215.338. Mencakup; Harta Lancar berupa kas, bank, piutang simpan pinjam modal sendiri, piutang simpan pinjam harian, piutang sembako dan elektronik, piutang sementara, beban biaya di muka,  dan Harta Tetap berupa inventaris dan Akk penyusutan inventaris.

 

Untuk Rencana Program Kerja Tahun Buku 2018, Kopwanisqom sudah menyusun programnya. Di Bidang Organisasi dan Administrasi, diantaranya ; menyeleksi anggota yang tidak aktif, baik dalam penyetoran simpanan maupun pinjaman untuk kurun waktu 1 (satu) tahun akan diberikan sanksi yaitu dikeluarkan dari keanggotaan. Mengadakan pendidikan untuk pengurus, pengawas, anggota dan calon anggota melalui Lapenkopda-Dekopinda Kota Bekasi. Di Bidang Keuangan dan Permodalan, yaitu Tetap mengklarifikasi pemberian pinjaman sebagai usaha pokok Kopwanisqom dengan ketentuan pemberian pinjaman kepada anggota dua kali lipat (2 x) dari simpanan. Apabila plafondnya lebih besar, maka harus menambah agunan/jaminan.

Yang menarik dari Kopwanisqom, sejak didirikan hingga saat ini, kantornya sudah berkali-kali pindah tempat. Pernah untuk beberapa waktu Kopwanisqom harus menempati kantor di rumah salah satu pengurusnya. Tapi dengan semangat kebersamaan dan siap memberikan pelayan bagi anggotanya, Kopwanisqom pun akhirnya bisa memiliki kantor sendiri. “Meskipun kecil tapi kami bersyukur sekarang sudah punya kantor sendiri,” kata Nur Adzani.

Read Full Article

DEFINISI
Koperasi adalah perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi-aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama melalui perusahaan yang mereka miliki bersama dan mereka kendalikan secara demokratis.
NILAI-NILAI
Koperasi-koperasi berdasarkan nilai-nilai menolong diri sendiri, tanggung jawab sendiri, demokrasi, persamaan, keadilan dan kesetiakawanan. Mengikuti tradisi para pendirinya, anggota-anggota koperasi percaya pada nilai-nilai etis dari kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial serta kepedulian terhadap orang-orang lain.
PRINSIP-PRINSIP
Prinsip-prinsip koperasi adalah garis-garis penuntun yang digunakan oleh koperasi untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam praktik.
Prinsip Pertama : Keanggotaan Sukarela dan Terbuka
Koperasi-koperasi adalah perkumoulan sukarela, terbuka bagi semua orang yang mampu menggunakan jasa-jasa perkumpulan dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa diskriminasi jender, social, rasial, politik atau agama.
Prinsip Kedua : Pengendalian oleh Anggota-Anggota secara Demokratis
Koperasi-koperasi adalah perkumpulan-perkumpulan demokratis dikendalikan oleh para anggota yang secara aktif berpartisipasi dalam penetapan kebijakan-kebijakan perkumpulan dan mengambil keputusan-keputusan. Pria dan wanita mengabdi sebagai wwakil-wakil yang dipilih, bertanggung jawab kepada para anggota. Dalam koperasi primer anggota-anggota mempunyai hak-hak suara yang sama (satu anggota satu suara) dan koperasi-koperasi pada tingkatan-tingkatan yang diatur secara demokratis.
Prinsip Ketiga : Partisipasi Ekonomi Anggota
Anggota-anggota menyumbang secara adil dan mengendalikan secara demokratis, modal dari koperasi mereka. Sekurang-kurangnya sebagian dari modal tersebut biasanya merupakan milik bersama dari koperasi. Anggota-anggota biasanya menerima kompensasi yang terbatas, bilamana ada, terhadap modal. Anggota-anggota membagi surplus-surplus untuk sesuatu atau tujuan-tujuan sebagai berikut :
Pengembangan koperasi-koperasi mereka, kemungkinan dengan membentuk cadangan sekurang-kurangnya sebagian daripadanya tidak dapat dibagi-bagi ; pemberian manfaat kepada anggota-anggota sebanding dengan transaksi-transaksi mereka dengan koperasi ; dan mendukung kegiatan-kegiatan yang disetujui anggota.
Prinsip Keempat : Otonomi dan Kebebasan
Koperasi-koperasi bersifat otonom, merupakan perkumpulan-perkumpulan yang menolong diri sendiri dan dikendalikan oleh anggota-anggotanya. Koperasi-koperasi mengadakan kesepakatan-kesepakatan dengan perkumpulan-perkumpulan lain, termasuk pemerintah atau memperoleh modal dari sumber-sumber luar, dan hal itu dilakukan dengan persyaratan-persyaratan yang menjamin adanya pengendalian anggota-anggota serta dipertahankannya otonomi koperasi.
Prinsip Kelima : Pendidikan, Pelatihan dan Informasi
Koperasi-koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota-anggotanya, para wawkil yang dipilih, manajer dan karyawan, sehingga mereka dapat memberikan sumbangan yang efektif bagi perkembangan koperasi-koperasi mereka. Mereka memberikan informasi kepada masyarakat umum, khususnya orang-orang muda dan pemimpin-pemimpin opini masyarakat mengenai sifat dan kemanfaatan-kemanfaatan kerjasama.
Prinsip Keenam : Kerjasama diantara Koperasi
Koperasi-koperasi akan dapat memberikan pelayanan paling efektif kepada para anggota dan memperkuat gerakan koperasi dengan cara bekerjasama melalui struktur-struktur local, nasional, regional dan internasional.
Prinsip Ketujuh : Kepedulian terhadap Komunitas
Koperasi-koperasi bekerja bagi pembangunan yang berkesinambungan dari komunitas-komunitas mereka melalui kebijakan-kebijakan yang disetujui anggota-anggotanya.
(Sumber : International Co-operative Alliance (ICA) Co-operative Identity Statement, Manchester, September 23, 1995, diterjemahkan oleh Ir. Ibnoe Soedjono, Buku Jatidiri Koperasi terbitan Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian Indonesia (LSP2I))

Read Full Article