Tag: majalah koperasi

Bekasi – majalalahkoperasi.com, AWAL 2018 Koperasi Wanita Sejahtera (Kopwantera) Kota Bekasi meluncurkan program kepedulian kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang berada di lingkungan koperasi melalui perekrutan anggota dengan sistem kelompok.
Program bernama KASIH IBU (Kelompok Silih Asih untuk Insentif Bantuan Usaha) digagas Ketua Kopwantera bersama BKWK dan Dekopin. Kasih Ibu diterapkan hanya kepada para anggota yang memiliki kegiatan usaha dan kepada yang baru memulai usaha (start up).
Program Kasih Ibu menjawab opini yang selama ini berkembang di masyarakat, bahwa UMKM masih bergerak secara sendiri-sendiri dan sangat sulit mengakses ke lembaga keuangan yang ada. Melalui program ini para pelaku usaha mikro dan kecil yang berada di lingkungan koperasi bisa bernaung dalam wadah koperasi. Kasih Ibu diharapkan dapat menjadi salah satu upaya bagaimana anggota dan koperasi bisa meningkatkan skala usahanya, efisien dalam operasionalnya, serta sehat dan kuat usahanya. Melalui pengembangan usaha anggota, diharapkan akan meningkatkan penghasilan dan memperbaiki kebutuhan hidup anggota.

Dalam perjalanannya, program tersebut ternyata memang banyak diminati anggota koperasi dan masyarakat umum. Untuk bisa memanfaatkan program tadi, koperasi, dalam hal ini Kopwantera, berperan sebagai fasilitator untuk berjalannya usaha anggota yang sehat dan berkesinambungan.
Melalui penerapan sistem kelompok, para anggota kelompok, baik yang usahanya sudah berjalan maupun pemula akan mendapatkan pendampingan berupa; bantuan pendidikan dan pelatihan, bantuan modal usaha dari koperasi, bantuan pengadaan bahan baku, bantuan pemasaran produk, bantuan kemasan produk dan merek dagang, perijinan-perijinan usaha (seperti PIRT, Halal, BPOM dan HAKI), penyediaan tempat untuk produksi jika diperlukan (berupa workshop atau Rumah Produksi) serta mendapatkan pendampingan lainnya secara terus menerus agar usahanya makin besar dan berkembang.


“Kami membagi kelompok menjadi dua, yaitu anggota baru dan anggota lama,” kata Ketua Kopwantera, Yatti S. Arief, beberapa waktu lalu.
Yang dimaksud anggota baru adalah anggota yang memiliki usaha perorangan lalu bergabung dengan pelaku usaha lainnya atas kemauan sendiri dan membentuk kelompok. Sedangkan anggota lama terdaftar di koperasi secara perorangan dan berkeinginan untuk membuat usaha bersama dengan anggota lainnya dengan jenis usaha yang sama.

Read Full Article

KSP SEJAHTERA BERSAMA didirikan pada 5 Januari 2004 dengan nama Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (KSU-SB)  yang pada awalnya merupakan koperasi serba usaha yang bergerak  dalam berbagai macam usaha, diantaranya unit usaha simpan pinjam dan unit usaha perdagangan.

Seiring dengan perkembangan dunia perkoperasian di Indonesia dan berdasarkan  tuntutan perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku  tentang perkoperasian, maka KSP-SB bertransformasi dari koperasi serba usaha  menjadi koperasi simpan pinjam.

KSP-SB merupakan salah satu koperasi besar dan berprestasi di Indonesia, dibuktikan dengan mendapatkan beberapa penghargaan baik dari penggiat koperasi maupun dari pemerintah, seperti : Penghargaan  sebagai koperasi berprestasi pada Microfinance Award, tahun 2011 yang diadakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Koperasi terbesar Nomor 10 berdasarkan buku 100 Koperasi Besar Koperasi Indonesia Tahun 2012. Pemenang untuk Kategori Koperasi Simpan Pinjam yang memiliki Struktur Organisasi Usaha Paling Dinamis Sesuai Lembaga Intermediasi pada Microfinance Award tahun 2014 yang diadakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

KSP-SB juga sering dijadikan bahan rujukan atau studi banding dari koperasi lainnya, baik koperasi tingkat lokal, nasional maupun koperasi internasional. Diantaranya; Koperasi-koperasi dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dinas Koperasi dari Pulau Jawa, Kedutaan Jepang Intl Coorporation  Agency, Menteri Keuangan dan Penanaman Modal Asing Palestina, Koperasi Thailand As-Sideek.

Menurut Area Manager KSP-SB Cabang Ciledug Tangerang, Sugeng Wiryawan, banyak yang tertarik menjadi anggota KSP-SB karena koperasi tersebut memiliki beberapa produk simpanan yang memberikan kemudahan dan kesejahteraan bagi anggotanya. Seperti Simpanan Berjangka Sejahtera Prima (SBSP) serupa deposito. Program SBSP ini penyetorannya hanya sekali layaknya deposito di dunia perbankan. Simpanan diperlakukan sebagai investasi dimana dana tersebut dimanfaatkan secara produktif dalam bentuk pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan masa simpanan.

Sedangkan jumlah minimum simpanannya Rp 5.000.000 (Lima juta rupiah), jangka waktu simpanan 6-12 bulan dengan prosentase bagi hasil 13% pertahun, pembayaran hasil setiap bulan atau akhir jatuh tempo dan dikenakan pajak simpanan 10% atas jasa bagi hasil. “Jika berminat, anggota yang sudah menyimpan nantinya akan mendapatkan bukti penempatan dana berupa sertifikat simpanan SBSP,” jelas Sugeng.

Read Full Article